Si kain putih
Kala disuluh cahaya dunia
Tangisan suaranya memecah alam
Gembira
Ingin bertemu sang ratu
Yang melahirkan.
Namun
Kemunculan si kain putih
Bukanlah kedatangan yang diundang
Melainkan
Sebuah kesusahan, ketakutan
dan ancaman.
Entah apa dosanya
Si kain putih dibiar kaku
Kesejukan
Di lorong-lorong kotor
Dalam timbunan sampah
Di tepian parit
Di rumah tak berpenghuni
Dalam kejelekan apungan najis.
Oh
Kasihan Si kain putih
Pucat wajahnya
Ketar tubuhnya menggigil
Menahan tikaman dingin yang mencucuk
Tembus ke tulang
Ke jantung.
Kaku si kain putih kaku
Tidak bernadi
Tubuhnya kian berbau
Dimamah ulat
Memutih
Dihurung berenga.
“Menyedihkan”
“Siapa yang begitu kejam?”
“Binatang!”
Lontaran suara protes bergema
Membantah kezaliman
dan
kebinatangan.
Insan-insan di sisi
Hanya mampu meratapi
Pemergian si kain putih
Yang tragis.
Posted by Muhammad Haafizuddin Bin Abirerah at 2:46 AM
PESANAN KEPADA PENGUNDI MELAYU YANG TAK SUKA UMDAP
-
(𝑃𝑒𝑛𝑦𝑜𝑘𝑜𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑔𝑎𝑟 𝑃𝑁 𝑡𝑎𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑙𝑢 𝑏𝑎𝑐𝑎.
𝑇𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑖 𝑘ℎ𝑢𝑠𝑢𝑠 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑢𝑛𝑑𝑖 𝑎𝑡𝑎𝑠
𝑝𝑎𝑔𝑎𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 ...
3 days ago
0 ulasan:
Post a Comment